antp Cirebon

DesaMatangaji yang lokasinya di Wilayah berbatasan antara Kabupaten Cirebon dengaan Kabupaten Kuningan masyarakatnya dikenal ramah bersosialisasi dan santun, Wajah desa nya pun sejuk nan asri. Lantaran hamparan pesawahannya dikelilingi bukit-bukit nan hijau, membuat kita betah bermukim disana dengan penuh kedamaian.

 Meski dugaan melanda terkait perjalanan roda pemerintah desa di era Kepala desa (Kuwu ) sebelum pj Mardi. dinilai lemahnya pengawasan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. Lantaran saat itu pernah beberapa kali masyarakatnya mengadakan unjuk rasa (unras) di kantor desa terkait dugaan-dugaan anggaran yang di gelontorkan dari Pemerintah Daerah maupun pusat ada yang tidak direalisasikan fisik pembangunannya. Hal ini dikatakan oleh beberapa warga setempat yang enggan di tongolkan namanya.

Hingga saat ini pun yakni di pemerintahan desa era pj Mardi masih sedikit tersorot dugaan mencaplok anggaran smart city. Informasi tersebut dilangsir oleh salah satu media online yang ada di kabupaten Cirebon,

Oleh karena itu antp  Jumat (21/05/21) croscek menyambangi desa Matangaji Kecamatan Sumber. Kabupaten Cirebon.Jabar untuk mencari tahu kronologinya.


Menurut Mardi selaku


Kuwu desa Matangaji yang didampingi MadArif sekdes saat bincang-bincang dengan awak media di kantor desaMatangaji, Yang saat itu juga tengah realisasi pemasangan program smart city, “ Kami selaku pemerintah desa tidaklah berang atas dugaan pemberitaan miring yang telah di publikasikan oleh awak media.karena itu sudah menjadi tugas seorang Jurnalist. Yang artinya justru kami bangga bahwa kinerja kami ada yang mengawasi(sosial

kontrol).karena apapun itu yang jelas media atau Ormas adalah mitra kerja kami. Tanpa wartawan Negara kita ini hanya memiliki 3 pilar. Laksana bangunan rumah jika hanya memiliki 3 pilar dipastikan akan runtuh. Artinya Wartawan adalah pilar ke 4 untuk melengkapi sarana majunya Negara kita. Oleh karena itu kami berterima kasih atas sosial kontrolnya yang secara independen,  Agar kedepan kami melaksanakan tugas selaku pemerintah desa dapat lebih baik lagi”.dengan demikian kami berharap kepada  masyarakat desa Matangaji, Mari kita bangun bersama desa Matangaji serta kontrol dengan rasa peduli untuk kemajuan yang lebih baik lagi Kata Mardi 


Mad Arif menambahkan, Adapun kebenaran atau tidaknya


terkait pemberitaan yang di duga miring yang dilangsir tersebut. Itu kami kembalikan kepada pembaca yang menilainya. Dan itu juga baru dugaan.serta yang menginformasikan kepada awak media juga dari oknum perangkat desa yang terlalu terburu-buru menginformasikannya. Kami juga memaklumi atas terburu-burunya menginformasikan kepada awak media. Karena yang kami belanjakan prosesnya inden. Yang jelas kami merealisasikan program smart city. Dan anggaran tersebut di gelontorkan menjelang hari lebaran Idul Fitri, langsung kami belanjakan. Namun jenis barang yang kami belanjakan prosesnya inden. Karena jenis barang tersebut kami pilih ukuran yang luar biasa dari desa lain. Yakni TV ukuran 70 inc dan merk terkenal agar kwalitasnya bagus dan awet. Jadi terpaksa toko tersebut menjanjikan inden hari Jumat ini. Sementara desa  lain pemasangan program smart city TV nya secara umum ukuran 55 inc. paparnya. 

Lanjut Mad Arif Sekdes, Kami pemerintah desa berterima kasih kepada Pemerintah yang telah memperhatikan desa Matangaji memberikan bantuan program snart city untuk menunjang sarana tugas kami. Karena dengan adanya smart city dapat mengakses semua kegiatan antara pemerinta desa dan masyarakat sekaligus pemerintah paling tingkat atas. Santun Tutupnya(red)



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama